
Tahun pertama kuliah kulalui dengan setengah serius karena dari awal pemilihan tempat kuliah yang tidak kuinginkan semula. Aku menginginkan kuliah di Universitas Andalas (UNAND) sedangkan ibuku menginginkan kuliah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Padang. Tapi karena aku anak yang patuh kuturuti saja keinginan ibuku. Minggu kedua kuliah aku bertemu dengan dosen matematikaku, nama beliau Buk Arnelis. Aku sapa dan salami beliau dengan hormat. Ibuk Arnelis tersebut kaget karena ketemu aku. Beliau kenal sekali sama aku dari kelas tiga SMA karena aku les matematika sama beliau. Dan beliau juga tahu aku memilih matematika sebagai pilihan pertama waktu tes SBMPTN dulu, ternyata yang lulus adalah pilihan keduaku yaitu jurusan kimia di IKIP Padang. Beliau menawarkan untuk menolongku untuk pindah jurusan ke jurusan matematika, aku tau beres saja kata beliau. Aku mulai ragu, aku jawab saja dengan malu-malu “Ibuk beri saya waktu dulu untuk berpikir”. Beliau setuju dan seandainya sudah ada keputusan tolong kasih tahu beliau. Menjelang dua minggu tersebut aku merasakan keakraban dengan temen, senior dan dosen dari jurusan kimia. Aku sudah terlanjur senang dan suka dengan sikon saat itu. Segera aku kabari beliau bahwa aku sudah senang saat itu dan aku mengucapkan terima kasih atas perhatian beliau.
Alhamdulillah di akhir semester satu nilai IPku lumayan bagus 3,09. Begitu juga dengan nilai semester dua, ini membuatku semakin bersemangat dalam belajar di kampus. Kalau ada tugas yang sulit untuk dikerjakan aku diskusi bersama teman dekatku, kadang aku pergi ke tempat kosnya di belakang kampus. Saat ujian tiba aku kadang belajar dan tidur di teman kos temanku itu, kalau ada kesulitan lagi dalam memahami materi kuliah, kami pergi ke tempat kos senior kami. Senior kami itu namanya Tohir, kami panggil kak Tohir. Kak Tohir adalah orang dengan IP tertinggi di kampusku, dia ramah, baik dan sering membantu kami.
rehat
SukaSuka