Aku terlahir dari keluarga sederhana. Aku lahir di Padang Panjang Sumatera Barat tepatnya di daerah Congkong dan tinggal di kontrakan rumah AA Navis yang terkenal dengan novelnya Tenggelamnya Kapal Van der Wick. Ibuku mengajar di SMP Batipuh dan ayahku seorang pedagang. Sejak kecil aku selalu dibawa ke SMP Batipuh karena tidak ada orang untuk menitipkan aku. Sedangkan ayahku bolak balik dari Padang Panjang ke Padang. Setelah aku berumur lima tahun, aku dibawa ke kampung oleh kakek untuk sekolah Taman Kanak Kanak di kampung. Kampungku di Pasir Empat Angkat Candung Bukittinggi. Kebetulan Sekolah TK tersebut didirikan dan dikelola oleh mak tuoku atau kakak perempuan dari ibuku. Sementara ibu dan ayah masih di Padang Panjang.
Tidak berapa lama setelah itu ibuku mengurus pindah kerja ke Padang. Alhamdulillah kami bisa kumpul lagi di Padang. Aku masuk Sekolah Dasar Negeri 66 Padang. Saat di SD tersebut terjadi perpindahan lokasi sekolah dari lokasi yang lama yaitu dekat Dinas Kesehatan Padang ke tepi atau pinggir laut yang sepoi-sepoi anginnya. Tamat sekolah SD alhamdulillah aku bisa melanjutkan ke sekolah impianku yaitu SMP Negeri 2 Padang yang di pusat kota dengan lokasi strategis dari rumahku. Banyak kenangan sekolah di sana. Aku mulai mendapatkan banyak teman dan guru baru. Karena sekolah tersebut sudah gabungan dari beberapa siswa dari SD yang berbeda. Alhamdulillah saat aku di kelas terakhir di SMP, aku memperoleh nilai akhir yang memuaskan dan bisa melanjutkan ke sekolah yang aku inginkan yaitu SMA Negeri 2 Padang. Sekolah ini adalah sekolah favorit saat itu, banyak juga teman se-SMPku yang tidak lulus waktu seleksi pendaftaran murid baru. Di SMA ini aku mendapatkan banyak hal, maklum umurku sudah 16 tahun, aku mengenal teman perempuan dan teman laki-laki. Aku pun pernah diincar sama teman laki-laki, padahal wajahku biasa saja menurutku. Tapi tak usah dilanjutkan di sini, temanku itu sekarang tidak tau lagi rimbanya.
Tamat SMA aku mengikuti tes SMPTN (Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri), dengan pilihan jurusan pendidikan matematika, pendidikan kimia dan pendidikan bahasa inggris Alasan aku memilih jurusan kimia karena saat di SMA aku menyukai pelajaran kimia tersebut, walaupun bukan juara kelas tapi setiap ulangan harian nilai kimia aku mendapatkan nilai tertinggi sehingga membuatkan untuk fokus dan ingin mempelajari lebih lanjut tentang kimia. Sedangkan pelajaran matematika adalah pelajaran yang disenangi sejak di kelas tiga saja, pelajaran bahasa inggris adalah pelajaran yang juga aku senangi dan kebetulan ibuku adalah seorang guru bahasa inggris. Saat pengumuman hasil seleksi alhamdulillah aku lulus untuk jurusan pendidikan kimia di IKIP Padang.